Kamis, 15 Desember 2011

Kamar Remaja Jepang

Anak muda aka remaja Jepang memang kalau mencintai sesuatu hal, pasti akan berbaur ke dalam kehidupannya. Baik dari segi pakaian hingga mengapresiasikan hobi dan kecintaannya tersebut ke dalam sebuah media, misalnya kamar.
          Sebut saja para otaku di Jepang yang mengkoleksi puluhan action figure, ratusan komik dan poster anime favoritnya di dalam kamar. Yang bikin keren lagi, mereka mampu menyusun dan menempatkan barang-barang tersebut dan mencocokkan dengan keadaan kamar mereka.
          PC tertata di atas meja belajar mereka dan yang bikin gila lagi gak cukup 1 monitornya, belum lagi yang dilengkapi dengan speaker dan printer. Kalau dilihat kamar remaja Jepang malah ada yang menyerupai perpustakaan dan bisa dijadikan tempat perentalan komik ckckck.
          Ini beberapa buktinya :




































 



















 Yang mana kamar impianmu..?

Melihat Sampel Makanan Imitasi di Asakusa


          Teman-teman pasti sudah tahu apa maksud dari sampel makanan imitasi, ya..sebuah tiruan makanan 3 dimensi yang dibuat dari plastik dan sangat mirip dengan makanan aslinya. Makanan imitasi ini tak hanya tenar di Jepang saja, di resto Italia pun sudah menggunakannya bahkan indonesia pun menggunakannya sebagai media promosi.
          Bagi orang Jepang, memasang sampel makanan imitasi lebih baik dibanding hanya memasang brosur yang memuat daftar menu dan harga di depan tokonya. Dengan sampel makanan imitasi, pengunjung bisa tahu seperti apa bentuk dan tekstur makanan yang ingin dia makan. Dengan begini daya tarik dan minat pengunjung akan jauh lebih besar dibanding hanya memasang brosur di depan toko.  
Tepatnya di Kappabashi Kitchen Town tempatnya, tempat pusat produsen sampel makanan 3 dimensi. Disana banyak menjual komponen-komponen sampel makanan yang ada di resto Jepang. Bahkan Di kappabashi juga menjual cendera mata berupa gantungan kunci yang gantungannya berupa sampel masakan khas Jepang seperti Sushi, Sashimi, kepiting dan lain-lain.
Harga perbuahnya untuk gantungan kunci berkisar antara ¥450-¥700, Saya rasa lumayan untuk dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ketanah air.
Melihat sampel makanan imitasi pastilah menjadi sebuah pengalaman yang unik dan tentunya mampu memanjakan mata kita. Happy Travelling pokoknya, jika dapet rezeki untuk mengelilingi Jepang.


Sushi

Sushi adalah nasi yang dibentuk bersama makanan laut, daging atau yang lainnya (baik itu mentah atau dimasak). Bedanya Sushi dengan nasi kepal biasa, yaitu pada berasnya selain itu dikasih campuran berupa cuka beras, gula dan garam.
Sushi memang banyak ragamnya dan Harga sushi di jepang pun variatif. Resto-resto sushi pun sudah mendunia, tak hanya di Jepang saja bahkan Indonesia pun sudah ada.
Saya yakin kalau sushi bisa menjadi makanan favorit, walaupun sampai sekarang saya belum pernah mencicipinya. Tekad saya kalau bisa makan sushi pertama kali ya langsung di negeri asal muasalnya. Yang paling menarik dari sushi adalah, sistem makannya yang bisa sekali HAP.
Sushi juga banyak macamnya, oke kita jelasin
1.   Nigirizushi

Nasi yang dibentuk dengan tangan dan ditaruh makanan laut yang (biasanya sih mentah), disini nori (rumput laut) digunakan untuk mengikat neta (lauk) agar tidak terlepas dari nasi.
Neta untuk Nigirizushi bisa berupa :
·         Ikan, mulai dari ikan tuna dan ikan kembung atau cacahan daging ikan tuna dengan daun bawang
·         Kerang, tiram
·         Belut, unagi
·         Udang
·         Kepiting
·         Telur ikan
·         Cumi-cumi
·         Gurita
·         Bahkan tsukemeno (sayuran hasil fermentasi) pun bisa dijadikan Neta

Orang Jepang pun memakannya bervariatif :

·         Mulai Dinikmati dengan mencelup sedikit bagian neta ke dalam kecap asin.
·         Dimakan dengan tangan, walaupun boleh-boleh saja dimakan memakai sumpit.
·         Dan terakhir dengan sekali suap.

2.   Makizushi

Berisi potongan mentimun, tamagoyaki dan neta  dibungkus dengan lembaran nori. Makizushi digulung dengan bantuan anyaman bambu yang disebut sudare.
Makizushi dibagi menjadi:
·         Hosomaki: gulungan berdiameter minimum 3 cm hanya berisi satu jenis neta (misalnya mentimun atau tuna).
·         Futomaki: gulungan berdiameter di atas 5 cm berisi berbagai macam neta.
·         Temakizushi: nasi digulung sendiri dengan nori sebelum dimakan, neta juga dipilih sendiri dari piring.
Di daerah Kansai terdapat tradisi ehomaki untuk mengundang keberuntungan pada Hari Ekuinoks Musim Semi. Satu gulung utuh Futomakizushi dimakan sambil menghadap ke arah mata angin keberuntungan. Hum..ada-ada saja.
3.   Chirashizushi

Bedanya Nasi sushi tidak dibentuk melainkan diisikan ke dalam wadah dari kayu, piring atau mangkuk kemudian Chirashizushi dimakan bersama neta berupa makanan laut dan sayur-sayuran yang dipotong kecil-kecil

4.   Oshizushi

Nasi disusun bersama neta yang dipres untuk sementara waktu dengan maksud memadatkan nasi agar sushi yang dihasilkan berbentuk persegi panjang yang lalu dipotong-potong agar mudah dinikmati. Oshizushi ada juga yang dibungkus daun bambu lalu dipres untuk sementara waktu, antara beberapa jam sampai satu malam.

5.   Inarizushi

Nasi sushi dibungkus aburage yang sebelumnya sudah dimasak bersama kecap asin dan gula. Inarizushi tidak berisi ikan atau lauk lain karena aburage sudah merupakan sumber protein.
         

Selain jenis diatas masih banyak kok jenis sushi, dan tentunya dengan rasa yang berbeda pula. Jadi mau mencoba yang mana dulu nih..? Yah...kalau bisa semuanya..ckckckck