Senin, 13 Februari 2012

Street Style di Jepang


Street style atau gaya jalanan sangat terkenal di Asia saat ini, tepatnya untuk gaya jalanan di Jepang dan Korea. Lebih tepatnya di daerah Shibuya, banyak sekali gaya yang dipakai oleh anak-anak, remaja hingga ke orang dewasa di jalanan sekitar Tokyo.

Di daerah harajuku dan sepanjang jalan menuju taman yoyogi atau ometesando di tokyo, sangat terkenal dengan Harajuku stye yang dibawa remaja Jepang dalam pakaiannya yang sangat penuh warna, akseosris yang berlebihan seperti jepit rambut dan pita serta potongan rambut yang sangat ekstrim untuk mata Kita.

Walaupun Street style adalah gaya jalanan, tapi gaya berpakaian yang satu ini telah menjadi populer di dunia fashion dan menjadi tren baru karena konsepnya yang berbeda. Konsep yang dibawa terkadang benar-benar murni dari remaja itu sendiri, mereka tidak mengikuti label lain atau gaya berpakaian yang ada di Eropa misalnya.

Street Style telah menjadi pilihan terbaik untuk setiap Anda yang ingin mendapatkan gaya yang berbeda. Anda bisa mencari gambar-gambar di internet mengenai gaya jalanan yang satu ini dan Anda bisa menggunakan keyword street style in Japan untuk mendapatkan inspirasi bagaimana bentuk sebenarnya Street style atau gaya jalanan ini .

Internet memang menjadi pilihan terbaik selain majalah fashion yang bisa Anda beli di toko-toko terdekat. Dengan harga yang jauh lebih murah dan hanya dengan terhubung dengan jaringan internet, Anda bisa melihat banyak gaya jalanan atau Street Style yang ada di Asia seperti Harajuku, Korea dan lain-lain.

Saatnya membawa street style di pakaian Anda!!!

Minggu, 12 Februari 2012

Dari Asakusa Ke Harajuku


Jumpa lagi ya teman-teman, setelah setengah hari di hari kedua berada di Jepang dengan mengelilingi Asakusa. Kini kita akan siap-siap menuju Harajuku, pusatnya anak muda dan remaja yang bergaya nyentrik disana.

Kita akan naik subway untuk sampai ke tempat yang diidamkan para otaku ini, tapi sebelum kesana saya sarankan kita bisa singgah sebentar di Tsukiji fish market. Ganti kereta di stasiun Kuramae dan turun di Tsukijishijo untuk mencapai pusat terbesar pasarnya ikan di Jepang.

Kalau beruntung mana tahu dapet melihat ikan super gede di Tsukiji dan kita juga dapat menikmati sushi di pasar ikan yang satu ini, lumayan banyak juga yang menjual sushi di pasar Tsukiji.

Setelah dari Tsukiji Fish Market, ganti kereta di Stasiun Aoyama-itchome, terus ganti lagi di Stasiun Omote-sando dan turun di Meiji-jingumae.


Kok kita ke Meiji..?

He..dari pada rugi gak lihat kuil Meiji, mending singgah sebentar sebelum nyampe di Harajuku. Tiketnya pun gratis pada jam 06.00-18.00.

Setelah dari Meiji shrine, kita ikuti jalur subway dari Meiji-jingumae ke Meiji shrine, terus lanjut ke Takeshita Dori. Nah di Takeshita dori ini lah fokusnya area Harajuku. 

Silahkan menikmati semua yang ada di Harajuku atau mengunjungi butik-butik disana. Membeli pakaian atau aksesoris tentu Harajuku termasuk tempat yang tepat.

Nikmati hari kedua ini sepuas-puasnya di Harajuku, sebelum pulang ke penginapan.

Oke..kita sambung di postingan berikutnya

Ja....

Senin, 06 Februari 2012

Hinamatsuri

Secara singkat Hinamatsuri sama halnya dengan selamatan ala Indonesia.

Tapi jauh dari itu Hinamatsuri adalah perayaan boneka yang diadakan di Jepang saat musim semi, tepatnya tanggal 3 Maret dan sebagai pemeran utama dalam perayaan ini adalah anak perempuan.

Pada dasarnya perayaan ini di dominasi oleh boneka hina(hina ningyo). Boneka hina dipajang satu set yang terdiri dari sang kaisar, permaisuri, dayang-dayang dan para pemusik ala perkawinan tradisional.

Dan boneka satu set ini diletakkan pada sebuah panggung yang menyerupai tangga, panggungnya biasa disebut dankazari.

Hidangan dalam kebudayaan ini adalah kue hishimochi,hikigiri,sup bening dari ikan dan kerang dan lain-lain. Sebagai minumannya adalah berupa sake putih atau sake manis.

Perayaan ini diadakan untuk memohon pertumbuhan yang sehat bagi anak perempuan. Jadi, dengan kata lain boneka hina menjadi seperti dewa pelindung dari kemalangan (bagi mereka).

Sebenarnya pada awalnya, boneka hina ini dihanyutkan kesungai. Sebagai simbol pembuang sial atau mengusir roh jahat, tapi kini Hinamatsuri dan boneka Hina ini disimpan setelah perayaan.

Alasannya cukup sederhana HARGANYA MAHAL dan SAYANG KALAU DIBUANG.

Jadi setelah Hinamatsuri, bonekanya disimpan untuk generasi berikutnya. Dan satu mitos jika telat merapikan boneka hina dan telat menyimpannya, anak perempuan tersebut akan terlambat menikah.

Eh..hh..ada-ada saja.

Jadi jika pengen liat ni perayaan datang di saat musim semi ya...